Showing posts with label Belajar Islam. Show all posts
Showing posts with label Belajar Islam. Show all posts

Cara Nabi Mengobati Rasa Sakit

Cara Nabi Mengobati Rasa Sakit
Ibnul Qayyim menuliskan bahwa dalam suatu riwayat dari Utsman bin Abil Ash diceritakan bahwa ia pernah mengeluh kepada Rasulullah mengenai sakit yang dirasakan pada tubuhnya semenjak ia masuk Islam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Letakkan tanganmu di atas bagian tubuhmu yang sakit, lalu ucapkanlah bismillah tiga kali, dan ucapkan doa berikut sebanyak tujuh kali.”


Dalam terapi ini terdapat beberapa hal, di antaranya: menyebut asma Allah, menyerahkan urusan kepada-Nya, memohon perlindungan dengan kemuliaan dan kekuasaan-Nya dari rasa sakit. Semua cara itu dapat menghilangkan rasa sakit, lalu diulang-ulang agar lebih manjur dan lebih mengena. 

Sama halnya dengan meminum obat yang juga harus berulang-ulang agar bisa mengeluarkan materi penyakit. Bilangan yang tujuh kali itu mengandung keistimewaan tersendiri yang tidak ditemukan pada bilangan lainnya.

Dalam Sahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengobati sebagian keluarganya yang sedang sakit, beliau mengusap tubuhnya dengan tangan kanan beliau sambil membaca:


Dalam ruqyah terdapat tawasul kepada Allah dengan kesempurnaan rububiyah dan rahmat-Nya agar mendapat kesembuhan. Karena, memang Allah yang memberi kesembuhan. Sesungguhnya kesembuhan itu hanya berasal dari-Nya. Maka ruqyah ini sudah mengandung tawasul kepada Allah dengan tauhid, ihsan dan rububiyah-Nya


Read More

Sorogan dan Bandongan Metode Khas Pesantren

Sorogan dan Bandongan Metode Khas Pesantren
Sorogan dan Bandongan Metode Khas Pesantren

Pondok pesantren tradisional mempunyai metode tersendiri dalam mengajarkan agama Islam kepada santri, yaitu metode sorogan dan bandongan. Kedua istilah ini sangat populer di kalangan pesantren, terutama yang masih menggunakan kitab kuning sebagai sarana pembelajaran utama.

Kedua metode tersebut kerap digunakan santri  untuk menggali ajaran-ajaran Islam melalui kitab kuning. Secara bahasa, sorogan berasal dari kata Jawa sorog, yang artinya menyodorkan. Dengan metode ini, berarti santri dapat menyodorkan materi yang ingin dipelajarinya sehingga mendapatkan bimbingan secara individual atau secara khusus.

Sorogan merupakan metode pembelajaran yang diterapkan pesantren hingga kini, terutama di pesantren-pesantren salaf. Usia dari metode ini diperkirakan lebih tua dari pesantren itu sendiri. Karena metode ini telah dikenal semenjak pendidikan Islam dilangsungkan di langgar, saat anak-anak belajar Al-Quran kepada seorang ustadz di kampung-kampung.

Pada masa lalu, di langgar-langgar atau surau, seorang kiai akan membacakan ayat Alquran terlebih dahulu, kemudian muridnya mengikuti dan menirukannya secara berulang kali. Namun, lama-kelamaan metode ini dipraktikkan di dalam pesantren, yang merupakan satu-satunya lembaga pendidikan Islam terbesar di Indonesia.

Dengan menggunakan metode sorogan, setiap santri akan mendapat kesempatan untuk belajar secara langsung dengan ustadz atau kiai tertentu yang ahli dalam mengkaji kitab kuning, khususnya santri baru. Dengan metode ini, kiai tersebut dapat membimbing, mengawasi, dan menilai kemampuan santri secara langsung. Metode ini sangat efektif untuk mendorong peningkatan kualitas santri tersebut.

Dengan menggunakan metode sorogan, santri diwajibkan menguasai cara pembacaan dan terjemahan secara tepat dan hanya boleh menerima tambahan pelajaran bila telah berulang-ulang mendalami pelajaran sebelumnya.

Tak kalah menariknya, di pesantren juga kerap menggunakan metode bandongan atau bandungan. Istilah bandungan berasal dari bahasa Sunda ngabandungan yang berarti memperhatikan secara seksama atau menyimak. Dengan metode ini, para santri akan belajar dengan menyimak secara kolektif. Namun, dalam bahasa jawa, bandongan disebutkan juga berasal dari kata bandong yang artinya pergi berbondong-bondong. Hal ini karena bandongan dilangsungkan dengan peserta dalam jumlah yang relative besar.

Metode bandongan adalah metode transfer keilmuan atau proses belajar mengajar yang ada di pesantren yang mengajarkan khusus pada kitab kuning. Kiai membacakan, menerjemah, dan menerangkannya. Sedangkan santri atau murid mendengarkan, menyimak, dan mencatat apa yang disampaikan oleh kiai yang memberi pengajian tersebut.

Bandongan merupakan metode utama sistem pengajaran di lingkungan pesantren. Kebanyakan pesantren menyelenggarakan bermacam-macam kelas bandongan atau halaqah untuk mengajarkan kitab-kitab.


Republika 8 April 2016
Read More