Showing posts with label Info Tapis. Show all posts
Showing posts with label Info Tapis. Show all posts

Kain Tapis Sarung: Kain Mewah dan Elegan

Kain Tapis Sarung: Kain Mewah dan Elegan
Tapis Sarung Lampung

Kain tapis sarung merupakan salah satu jenis kerajinan Lampung yang sangat terkenal. Biasanya tapis sarung dipakai oleh para wanita untuk menghadiri berbagai event resmi, seperti upacara perkawinan, wisuda, maupun resepsi pernikahan.

Kain tapis sarung memiliki motif yang kaya dan beraneka ragam. Kain tapis terbaik dibuat dengan metode sulaman benang emas. Namun motif yang dibuat dengan cara bordir pun tidak kalah indahnya. Keduanya, baik sulam maupun bordir, memiliki nilai keanggunan yang luar biasa.

Kain tapis sarung umumnya dipadu-pada dengan atasan kain sulam usus. Namun dapat juga dipadu-pada dengan atasan kebaya. Perpaduan sangat ditekankan pada keserasian warna antara pakaian atasan dengan bawahan.

Kain tapis sarung akan semakin tampak mewah dengan adanya tambahan pernak-pernik kaca. Selain menjadikan tapis kian tampak mewah, pernak-pernik kaca juga menjadikan harga tapis semakin tinggi.

Kain tapis sarung ini sangat cocok bagi para wanita yang ingin selalu tampak elegan dan mewah, namun memiliki kecintaan yang besar pada unsur etnik yang khas.

Pada umumnya, setiap pembelian kain tapis sarung, sudah sepaket dengan selendangnya. Sehingga Anda akan tampil semakin anggun dan cantik dengan kain tapis sarung ini. 


Pemesanan: 085741887228
Read More

Alasan Mengapa Anda Harus Memiliki Kain Tapis Lampung

Alasan Mengapa Anda Harus Memiliki Kain Tapis Lampung
Tapis Sarung Motif Sulaman Benang Emas
Pemesanan: 085741887228

Mengapa Anda harus memilih kain tapis Lampung ini?

Pertama. Kain tapis merupakan kain tenun etnik Lampung. Kekhasan etnik Lampung inilah yang menjadikan kain tapis memiliki corak, motif, dan pernak-pernik khusus yang tidak akan Anda temui pada produk kerajinan kain lainnya.

Kedua. Kain tapis dibuat dengan mempertahankan cara pembuatan tradisional, sehingga kain tapis dibuat dengan tingkat ketelitian tinggi. Metode ini akan menghasilkan produk kain tapis yang sangat rapi dan awet hingga bertahun-tahun.

Ketiga. Sebagai hasil kebudayaan nasional, maka sudah seharusnya kita turut melestarikan dan memperkenalkan keberadaan tapis di Indonesia maupun dunia. Oleh karenanya, memiliki tapis sudah seharusnya menjadi sebuah kebanggaan dan penghargaan terhadap hasil karya adiluhung warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

Keempat. Motif kain tapis dikenal sangat indah karena dibuat dengan metode sulaman tangan. Motifnya pun dirangkai dari benang emas atau perak dengan kualitas terbaik. Perpaduan metode sulaman tangan dan bahan benang emas menjadikan motif tapis sebagai salah satu produk kerajinan yang terumit untuk dibuat. Namun kerumitan itu sepadan dengan hasil motif yang terlihat sangat indah, unik, mewah, dan elegan.

Kelima. Karena motif tapis dibuat dengan tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi, maka produk ini hanya bisa diproduksi dengan sentuhan pengrajin profesional dan hampir mustahil untuk diduplikasi (ditiru) massal dengan pembuatan mesin. Maka tidak heran jika tapis memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan menjadikan kain tapis memberi kesan prestise tersendiri bagi orang yang mengoleksinya.

Keenam. Corak kain tenun tapis yang memiliki aneka warna dan perpaduan motif tapis dari sulaman benang emas akan semakin memperindah suasana dalam ruangan Anda.

Ketujuh. Untuk menghasilkan sebuah kain tapis dengan motif dari benang emas yang dibuat dengan sulam tangan, setidaknya dibutuhkan waktu sedikitnya 2 bulan. Kain tapis merupakan salah satu produk yang sulit untuk diproduksi massal, karena proses pembuatannya yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hal ini membuktikan bahwa untuk memproduksi kerajinan tapis membutuhkan komitmen, ketekunan, kesabaran, dan ketelitian. Oleh karenanya, sudah menjadi jaminan bahwa setiap kain tapis yang Anda peroleh merupakan produk tapis dengan kualitas dan keindahan yang terbaik.



Read More

Upaya Menggugah Untuk Peduli Tapis

Upaya Menggugah Untuk Peduli Tapis


Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dengan aneka ragam hasil kerajinan tangannya. Salah satu produk kerajinan yang sangat dikenal dan dicari oleh turis mancanegara adalah produk kain tenun.

Ada beberapa jenis kerajinan kain yang terkenal di Indonesia, seperti songket, batik, ulos, dan masih banyak lagi. Salah satu kerajinan kain yang juga cukup digemari pecinta tenun adalah tapis yang dikenal sebagai kain tenun khas Lampung.

Kain tapis tidak hanya dikenal oleh pecinta tenun nusantara, namun juga telah dikenal hingga ke mancanegara. Kain tapis memiliki tekstus kain yang agak sedikit lebih kasar dibanding kain songket Palembang. Namun demikian, kain tapis tetap memberikan kenyamanan kepada para pemakainya.

Kain tapis umumnya berbentuk sarung dan dikenakan oleh kaum wanita dalam acara-acara penting seperti upacara adat atau acara keagamaan. Tapis memang dianggap sebagai kain sakral, sehingga pada zaman dahulu kain ini hanya digunakan pada perayaan peristiwa-peristiwa penting. 

Pada zaman dahulu, kain tapis digunakan hanya oleh kalangan terhormat atau bangsawan. Masing-masing wilayah adat bahkan memiliki ciri khas motif masing-masing yang menjadi identitasnya. Penggunaan kain tapis menjadi sangat eksklusif hanya boleh dikenakan kalangan tertentu. Jadi tapis merupakan simbol sosial yang menunjukkan pemakainya berada pada strata tertentu dalam lingkungan masyarakatnya.

Namun seiring perubahan zaman, tapis pun mulai mengalami pergeseran fungsi. Saat ini tapis sudah umum digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat, baik masyarakat atas atau bawah, bahkan digunakan oleh penduduk asli dan pendatang. Tapis tidak lagi hanya memiliki fungsi penunjuk strata sosial, namun juga memiliki fungsi ekonomi dan dekorasi. Fungsi ekonomi maksudnya, tapis sudah banyak diperjualbelikan dipasaran. Tapis juga tidak hanya digunakan sebagai pakaian adat, tetapi juga digunakan sebagai dekorasi dinding yang mempercantik ruangan rumah maupun kantor.


Banyak kolektor tapis mancanegara yang mengagumi kerumitan pembuatan tapis Lampung. Motif tapis dibuat dengan metode sulam tangan, sehingga seseorang harus memiliki kesabaran dan ketelitian untuk menjadi pengrajin tapis Lampung. Bahkan motif pada sehelai tapis pun seringkali harus dikerjakan sampai berbulan-bulan. Dengan metode penyulaman dengan tingkat detail, kerapatan, dan kerapihan yang nyaris sempurna, maka wajah kolektor tapis mancanegara sangat berdecak kagum dengan keindahan sulaman motif tapis Lampung.

Oleh karenanya, wajar saja jika harga sebuah tapis bisa sangat tinggi, karena proses pengerjaannya yang rumit, serta membutuhkan waktu yang lama. Namun sayangnya, harga yang tinggi tersebut seringkali dinilai tidak masuk akal oleh para peminat kain tapis dari kalangan dalam negeri. Jika memperhatikan proses pembuatan tapis dari awal hingga selesai, sebenarnya kita akan memaklumi tingginya harga sehelai tapis. 

Kurangnya apresiasi terhadap karya tapis inilah yang menyebabkan profesi pengrajin kurang begitu diminati oleh masyarakat asli. Justru kini kebanyakan pengrajin dan penjual tapis adalah orang-orang bukan asli suku Lampung. Mudahnya kolektor asing memperoleh koleksi tapis kuno tentu disebabkan mereka mampu memberi penawaran harga tinggi untuk tiap sehelai tapis.

Kini pemerintahan daerah Lampung dan pusat mulai gencar mengadakan pameran kerajinan kain tenun dan memperkenalkan kain tapis didalamnya. Ini merupakan cara pemerintah agar tapis semakin dikenal dan diminati masyarakat dalam negeri. Sungguh miris ketika kain-kain tapis kuno justru dikoleksi orang-orang luar negeri, sehingga ketika kita harus mempelajari sejarah tapis, maka kita pun harus berguru pada mereka. 

Oleh karenanya, menjadi kewajiban kita sebagai masyarakat untuk mendukung kelestarian budaya bangsa. Hasil karya nenek moyang terdahulu merupakan kekayaan bangsa yang tak  ternilai harganya. Berkat adanya cipta dan karya dari para leluhur itu, kita memiliki identitas dan ciri khas sebagai sebuah bangsa, karya asli yang tidak dimiliki bangsa lainnya.


Read More

Ulasan Produk Tapis Kaligrafi Asmaul Husna

Ulasan Produk Tapis Kaligrafi Asmaul Husna
Tapis dengan motif asmaul husna merupakan salah satu motif dengan tingkat kerumitan yang tinggi. Perlu keahlian sulam yang mumpuni serta perhitungan yang cermat agar 99 nama Allah tersebut dapat termuat dalam selembar kain tapis yang berukuran 150 cm x 75 cm itu.

Untuk memasukkan 99 kaligrafi nama-nama Allah memanglah tidak mudah ke dalam selember kain dasar tapis berukuran 150 x 75 cm. Apalagi pada setiap nama, memiliki tingkat kerumitan penyulaman tersendiri. Untuk memudahkan proses penyulaman, biasanya kain tenun memang dicap dengan kertas gambar hasil desain kaligrafi asmaul husna. (Baca juga: koleksi kain tapis terlengkap)

Setidaknya membutuhkan waktu 4 bulan untuk menyelesaikan proses penyulaman motif asmaul husna, sehingga keberadaan tapis motif asmaul husna tidak banyak beredar dipasaran. Hanya beberapa toko tapis saja yang memiliki stok tapis asmaul husna. Selain stoknya yang terbatas, harga tapis asmaul husna juga tergolong cukup mahal. Rata-rata toko yang menjual tapis asmaul husna mematok harga dikisaran dua jutaan. Harga tersebut sebenarnya memang setimpal dengan kualitas sulaman yang sangat rapat, detail, dan rapi, serta proses pengerjaannya yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.


Langkanya stok tapis asmaul husna dipasaran juga disebabkan sedikitnya pengrajin yang mampu dan mau mengerjakan tapis tersebut. Dengan waktu pengerjaan rata-rata tiga bulan lebih untuk selembar tapis asmaul husna, memang kesannya menjadi sangat tidak produktif. Berbeda jika pengrajin mengerjakan tapis dengan motif lain, seperti motif bordir yang dapat diselesaikan dalam beberapa hari saja untuk per lembar kainnya.

Kain tapis tergolong tenun yang dapat bertahan hingga usia ratusan tahun. Tentu dengan penjagaan dan perawatan yang baik. Semakin tua usia tapis, maka harganya akan semakin mahal. Kolektor tapis kuno umumnya dari luar negeri. Mereka berburu tapis hingga ke pelosok-pelosok daerah Lampung, serta berani membeli tapis kuno dengan harga yang lebih mahal. Para kolektor tapis dari luar negeri sangat mengagumi kain tapis karena tapis dikenal dengan kerumitan pembuatan motifnya.

Untuk menjaga keawetan tapis, hindarkan tapis dari paparan langsung sinar matahari dan jangan taruh kain tapis di tempat dengan kelembaban tinggi. Hindarkan juga kain tapis dari tempat yang rawan disinggahi tikus, kecoa, dan rayap. Gunakan pigura yang dilapisi kaca agar tapis terhindar dari debu ruangan.

Inilah 99 nama Allah Ta'ala (asmaul husna):

ar-Rahmaan : Yang Maha Pemurah; ar-Rahiim : Yang Maha Pengasih; al-Malik :  Maha Raja; al-Qudduus : Maha Suci; as-Salaam : Maha Sejahtera; al-Mu’min : Yang Maha Terpercaya; al-Muhaimin : Yang Maha Memelihara; al-‘Aziiz : Yang Maha Perkasa; al-Jabbaar : Yang Kehendaknya Tidak Dapat Diingkari; al-Mutakabbir : Yang Memiliki Kebesaran;

al-Khaaliq : Yang Maha Pencipta; al-Baari’ : Yang Mengadakan dari Tiada; al-Mushawwir : Yang Membuat Bentuk; al-Ghaffaar : Yang Maha Pengampun; al-Qahhaar : Yang Maha Perkasa; al-Wahhaab : Yang Maha Pemberi; ar-Razzaq : Yang Maha Pemberi Rezki; al-Fattaah : Yang Maha Membuka (Hati); al-‘Aliim : Yang Maha Mengetahui; al-Qaabidh : Yang Maha Pengendali;


al-Baasith : Yang Maha Melapangkan; al-Khaafidh : Yang Merendahkan; ar-Raafi’ : Yang Meninggikan; al-Mu’izz : Yang Maha Terhormat; al-Mudzdzill : Yang Maha Menghinakan; as-Samii’ : Yang Maha Mendengar; al-Bashiir : Yang Maha Melihat; al-Hakam : Yang Memutuskan Hukum; al-‘Adl : Yang Maha Adil;

al-Lathiif : Yang Maha Lembut; al-Khabiir : Yang Maha Mengetahui; al-Haliim : Yang Maha Penyantun; al-‘Azhiim : Yang Maha Agung; al-Ghafuur : Yang Maha Pengampun; asy-Syakuur : Yang Menerima Syukur; al-‘Aliyy : Yang Maha Tinggi; al-Kabiir : Yang Maha Besar; al-Hafiizh : Yang Maha Penjaga; al-Muqiit : Yang Maha Pemelihara;

al-Hasiib : Yang Maha Pembuat Perhitungan; al-Jaliil : Yang Maha Luhur; al-Kariim : Yang Maha Mulia; ar-Raqiib : Yang Maha Mengawasi; al-Mujiib : Yang Maha Mengabulkan; al-Waasi’ : Yang Maha Luas; al-Hakiim : Yang Maha Bijaksana; al-Waduud : Yang Maha Mengasihi; al-Majiid : Yang Maha Mulia; al-Baa’its : Yang Membangkitkan;

asy-Syahiid : Yang Maha Menyaksikan; Al-Haqq : Yang Maha Benar; al-Wakiil : Yang Maha Pemelihara; al-Qawiyy : Yang Maha Kuat; al-Matiin : Yang Maha Kokoh; al-Waliyy : Yang Maha Melindungi; al-Hamiid : Yang Maha Terpuji; Al-Muhshi : Yang Maha Menghitung; al-Mubdi’ : Yang Maha Memulai; al-Mu’id : Yang Maha Mengembalikan; al-Muhyi : Yang Maha Menghidupkan; al-Mumiit : Yang Maha Mematikan;

al-Hayy : Yang Maha Hidup; al-Qayyuum : Yang Maha Mandiri; al-Waajid : Yang Maha Menemukan; al-Maajid : Yang Maha Mulia; al-Waahid : Yang Maha Tunggal; al-Ahad : Yang Maha Esa; ash-Shamad : Yang Maha Dibutuhkan; al-Qaadir : Yang Maha Kuat; al-Muqtadir : Yang Maha Berkuasa; al-Muqqadim : Yang Maha Mendahulukan; al-Mu’akhkhir : Yang Maha Mengakhirkan;

al-Awwal : Yang Maha Permulaan; al-Aakhir : Yang Maha Akhir; azh-Zhaahir : Yang Maha Nyata; al-Baathin : Yang Maha Gaib; al-Waalii : Yang Maha Memerintah; al-Muta’aalii : Yang Maha Tinggi; al-Barr : Yang Maha Dermawan; at-Tawwaab : Yang Maha Penerima Taubat; al-Muntaqim : Yang Maha Penyiksa; al-‘Afuww : Yang Maha Pemaaf; ar-Ra’uuf : Yang Maha Pengasih;

Maalik al-Mulk : Yang Mempunyai Kerajaan; Zuljalaal wa al-‘Ikraam : Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan; al-Muqsith : Yang Maha Adil; al-Jaami’ : Yang Maha Pengumpul; Al-Ghaniyy : Yang Maha Kaya; al-Mughnii : Yang Maha Mencukupi; al-Maani’ : Yang Maha Mencegah; adh-Dhaarr : Yang Maha Pemberi Derita; an-Naafi’ : Yang Maha Pemberi Manfaat; an-Nuur : Yang Maha Bercahaya; al-Haadii : Yang Maha Pemberi Petunjuk; al-Badii’ : Yang Maha Pencipta; al-Baaqii : Yang Maha Kekal; al-Waarits : Yang Maha Mewarisi; ar-Rasyiid : Yang Maha Pandai; ash-Shabuur : Yang Maha Sabar




Read More

Ulasan Tapis Motif Kapal Naga

Ulasan Tapis Motif Kapal Naga
Naga adalah makhluk khayalan dalam mitologi China yang digambarkan sosoknya seperti ular, bersisik, memiliki kaki, dapat menyemburkan api, dan bersayap.

Dalam budaya Cina rutin diadakan perayaan perahu naga. Masyarakat Cina berpandangan bahwa dengan merayakan tradisi perahu naga, diharapkan keberkahan akan senantiasa menaungi kehidupan mereka. Naga dianggap sebagai perwujudan dewa yang menguasai dunia air. Sedangkan kapal merupakan gambaran dari kepala dan ekor naga. Jadi bila kapal naga berlayar maka air akan terberkati. Bahkan diyakini jika seseorang berenang di dalam kapal naga air, maka badannya akan terhindar dari kelemahan dan penyakit sepanjang satu tahun ke depan.

Interaksi budaya Cina dan Lampung sudah terjalin dalam masa ribuan tahun. Di masa lalu, Lampung memiliki kerjasama perdagangan dengan kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di Cina. Terdapat dua wilayah di Lampung yang sejak lama menjalin hubungan perdagangan dan diplomatik dengan Cina, yaitu Kenali dan Tulang Bawang. Inilah salah satu keunggulan kerajaan-kerajaan yang berada di Lampung yang telah dikenal eksistensinya hingga ke luar negeri.

Hubungan dua kebudayaan yang sangat intensif menimbulkan proses akulturasi di antara dua kebudayaan tersebut. Proses akulturasi terjadi sebagai dampak interaksi sosial yang sangat lama antara dua kebudayaan tersebut. Sebagai dampak interaksi itulah muncul berbagai bentuk ide, aktivitas maupun benda-benda hasil proses akulturasi kebudayaan. Salah satu produk kebudayaan hasil akulturasi budaya Cina dengan Lampung adalah tapis motif kapal naga.

Tapis motif kapal naga sangat cocok bagi Anda yang mengagumi filosofi budaya Cina. Motif ini sangat unik dan antik, karena sangat jarang ditemui kain tenun yang mengadaptasi pola motif hasil akulturasi budaya lokal dengan bangsa lain. Ini salah satu contoh bagaimana terbukanya masyarakat Lampung terhadap budaya masyarakat luar. Sebagai bangsa yang berkembang, berinteraksi dengan aneka komunitas masyarakat merupakan suatu keharusan.

Motif kapal naga disulam dari benang emas. Motif ini dibuat oleh pengrajin tapis profesional dan pembuatannya menggunakan metode sulam tangan. Pembuatan motif ini dilakukan dengan teliti dan detail, sehingga sulaman yang dihasilkan sangatlah rapi.

Motif kapal naga tergolong motif yang rumit. Proses pengerjaannya setidaknya membutuhkan waktu 2 bulan untuk kain ukuran 100 cm x 60 cm. Meskipun rumit, namun banyak pengrajin yang memproduksi motif ini, sehingga stok tapis kapal naga dipasaran jarang terjadi kelangkaan. Namun sesekali kita akan menjumpai permintaan yang begitu tinggi, terutama saat perayaan hari besar Cina, sehingga di beberapa toko tapis acapkali mengalami kehabisan stok.



Read More