Bahaya Dosa

Orang-orang yang cerdas selalu harus senantiasa berhati-hati dan mewaspadai akibat-akibat dosa dan maksiat. Dialah Allah Yang Maha Adil; Dia akan memutuskan segala perkara manusia dengan seadil-adilnya, meskipun kita tahu bahwa kesabaran-Nya cukup luas menampung gunungan dosa para hamba-Nya. Meskipun demikian, perlu disadari bahwa Dia berkehendak mutlak. Jika Dia hendak mengampuni dosa yang sangat besar sekalipun, maka akan Dia mengampuninya. Namun jika memilih untuk menyiksa manusia akibat dosa yang kecil sekalipun, Dia juga pasti melakukannya.


Oleh karena itu, berhati-hatilah. Banyak sekali manusia yang berlebih-lebihan dan selalu bergumul dengan dosa-dosa dan kezaliman, baik yang terang-terangan maupun yang sifatnya rahasia. Pada akhirnya, tanpa mereka pernah duga, mereka kelelahan sendiri dengan perilaku mereka, hingga tercerabutlah akar-akar prinsip hidupnya. Mereka telah keliru membangun kaidah dan prinsip hidup dalam keluarganya. Itu semua karena mereka melalaikan sisi-sisi kewajiban mereka pada Allah. 

Mereka menyangka bahwa amal baik yang mereka lakukan akan melebihi maksiat yang pernah mereka perbuat, namun perhitungan mereka keliru. Mereka kemudian terhempas gelombang tipu daya setan yang menenggelamkannya.Saya juga melihat banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai orang-orang berilmu, namun mereka tak pernah merasakan kenikmatan dan kelezatan saat berdua dengan Allah di kesendiriannya. Mereka pun telah meninggalkan keindahan berzikir di saat berada di tengah manusia. Mereka ada namun seperti tiada. Keberadaannya tiada berarti dan tiada bermakna.

Senantiasa perhatikan pengawasan Allah. Kelak, timbangan keadilan-Nya akan mengungkapkan hal-hal yang kecil sekalipun dan balasan pasti akan menimpa orang-orang yang bersalah meskipun dalam waktu yang mungkin agak lama. Janganlah berharap terlalu besar untuk memperoleh ampunan-Nya, sebab yang demikian hanya akan menjadikanmu lalai-selalainya. Pekerjaan dosa pastilah memiliki akibat yang sangat buruk. Ingatlah Allah dalam kesendirian Anda. Sebutlah nama-Nya selalu dalam batin dan perbaikilah niat Anda, karena Allah selalu waspada mengawasi.

Berhati-hatilah, jangan sampai Anda tertipu dengan kelapangan maaf-Nya dan kemulian-Nya, sebab betapa seringnya Dia terus-menerus melimpahkan nikmat kepada para pendosa. Padahal sebenarnya hal itu adalah siksaan baginya. Waspadalah terhadap kesalahan diri sendiri dan bersungguh-sungguhlah untuk menghapusnya.  Tidak ada yang lebih bermanfaat selain rasa rendah diri di hadapan-Nya, sambil selalu waspada terhadap kesalahan-kesalahan. Jika renungan saya ini dihayati dalam-dalam oleh mereka yang benar-benar sadar, akan sangat terasa manfaat dan gunanya.

Shaidul Khadir, Ibnu Al-Jauzi: Maghfirah Pustaka



Related Posts
Previous
« Prev Post