Mengembalikan Kualitas Hidup Pasien Epilepsi

Mengembalikan Kualitas Hidup Pasien Epilepsi

Penyakit neurologi menahun ini dapat terjadi pada semua orang tanpa batasan usia.

Di dunia yang serba modern saat ini, masih banyak masyarakat yang menganggap penderita epilepsy tidak dapat memasuki dunia profesional dengan baik, termasuk mengerjakan pekerjaannya di kantor. Sering kali pasien epilepsy pun masih mendapat perlakukan kurang baik dan dikucilkan.

Padahal, orang dengan epilepsy atau ODE ternyata masih dapat menjalani hidup yang sehat dan produktif layaknya orang normal. Tentunya apabila mereka mendapat dukungan dalam mengelola penyakit yang diderita, baik melalui pengobatan maupun dukungan moral.

Pasien epilepsy membutuhkan dukungan moral dari keluarga serta orang-orang yang dicintai agar dapat menjalankan hidup dengan pikiran positif.

Mereka sering kali harus memilih profesi khusus dan fokus pada area kerja spesifik sejak dini. Di sinilah peran keluarga, guna membantu mereka mengenali dan mengembangkan potensi diri.

Epilepsi merupakan suatu penyakit neurologi menahun yang dapat terjadi pada semua orang tanpa batasan usia, jenis kelamin, ras, ataupun status sosial-ekonomi.

Serangan epilepsy mengakibatkan aktivitas fisik abnormal di dalam otak. Sering kali serangannya mengakibatkan kejang atau bentuk lain, seperti perubahan tingkah laku, perubahan kesadaran, dan perubahan lainnya. Serangan ini dapat disebabkan oleh kerusakan jaringan.

Kerusakan jaringan ini, misalnya, tumor otak, cedera kepala, atau akibat gejala sisa dari suatu penyakit seperti infeksi otak, gangguan pembuluh darah, cacat lahir, kelainan genetic. Sementara lainnya tidak diketahui penyebabnya.

Penyakit ini berdampak pada pasien juga keluarganya. Bagi ODE, yang ditakutkan adalah kekambuhan mendadak yang berisiko menimbulkan cedera fisik. Keluarga juga harus memperhatikan hal-hal lain yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya kekambuhan. Penting untuk teratur mengonsumsi obat, tidur yang cukup, makan teratur, menghindari aktivitas fisik berlebihan serta menghindari stress.

Jika pasien kerap mengalami kekambuhan, dikhawatirkan akan menimbulkan hambatan sosial, seperti dikucilkan, kesulitan mendapat pekerjaan, hingga takut untuk menikah. Akibat yang lebih lanjut lainnya dapat menimbulkan dapat psikologis, seperti kecemasa berlebih hingga depresi.
ODE berhak hidup dengan layak seperti orang normal. Namun, mereka harus tetap berkomitmen untuk selalu hidup sehat.

Saat tidak mengalami kejang atau kekambuhan ODE layaknya orang normal pada umumnya. Keterbatasan mereka yang sering ditemukan adalah mereka kerap mengalami kesulitan berpikir dan mengingat. Inilah yang menyebabkan mereka menjadi terhambat dalam proses belajar dan bekerja.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan ODE guna menghadapi hambatan yang timbul, seperti rutin mengonsumsi obat, belajar hidup bersahabat dengan epilepsy, dan mulai menerima diri sebagai ODE.

Emosi yang positif juga akan membantu mereka memahami kelebihan keterbatasan yang ada dalam diri mereka. Keterbatasan ini justru membantu mereka untuk lebih mudah menggali potensi diri atau pekerjaan yang akan dijalaninya.

Epilepsi bisa dikontrol dengan baik. Fakta ODE banyak juga pasien yang berprestasi. Mereka juga harus berani membuka diri dengan orang di sekitar sehingga otomatis juga mengundang masyarakat lain untuk peduli dengan ODE di sekitarnya.


Republika 5 April 2016

Related Posts
Previous
« Prev Post